Senin, 27 Juni 2016

MAKNA ISLAM SECARA UMUM

MAKNA ISLAM SECARA UMUM

makna islam secara umum adalah beribadah kepada Allah dengan syari'at-Nya, sejak allah mengutus para rasul sampai tegaknya hari kiamat sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam beberapa ayat yang menunjukkan bahwa syari'at-syari'at terdahulu semua adalah islam (berserah diri) kepada Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla berfirman mengisahkan tentang Nabi Ibrohim a'laihis salam :

Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau.” (Al Baqoroh : 128)




------------------
  Syaikh ibn Utsaimin , Syarhu Ats-tsalastatil Ushul, Maktabah A-Ghuroba' , Sukoharjo , 2015

MENGENAL NABI-NYA

MENGENAL NABI-NYA 

SHOLALLAHU A'LAIHI WASSALAM

Yakni mengenal Rasul-Nya, Muhammad Sholallahu 'alaihi Sallam dengan pengetahuan yang dapat memabawa diri seseorang untuyk menerima petunjuk dan dienul-haq yang beliau bawa, membenarkan apa yang beliau kabarkan, melaksanakan apa yang beliau perintahkan, menjauhi segala sesuatu yang beliau larang dan beliau peringatkan, dan berhukum dengan syari'atnya serta ridha dengan keputusannya.

Allah azza wa jalla :
Maka dengan Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya “ (An-Nisa' : 65)



dan Allah Azza wa Jalla
 “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan “kami mendengar dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (An-Nur : 51)



Dan Allah Azza wa Jalla berfirman ;
“Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul-Nya (As Sunnahnya), jika kamu orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisa : 59)


Dan Allah Azza wa jalla berfirman :
 
 “Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih”. (An-Nur : 63)


Berkata Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah : “Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan fitnah (dalam ayat ini) ? Fitnah yang dimaksud adalah syirik, dikhawatirkan apabila seseorang menolak sebagian sabda Rasululah sholallahu a'laihi wassalam akan terbetik dalam hatinya suatu penyimpangan yang akhirnya akan membawa ia kepada kebinasaan”.



-----------------
Syaikh ibn Utsaimin , Syarhu Ats-tsalastatil Ushul, Maktabah A-Ghuroba' , Sukoharjo, 2015

Sabtu, 25 Juni 2016

MENGENAL ALLAH


MENGENAL ALLAH1


Yakni mengenal Allah azza wa jalla dengan hati, pengenalan yang dapat membawa untuk menerima syari'at-Nya, tunduk dan ta'at kepada-Nya serta berhukum dengan syari'at yang dibawa Rasul-Nya, Muhammad sholallahu 'alaihi wassalam, Seorang hamba dapat mengenal Rabb-Nya dengan memperhatikan ayat-ayat syar'iyah yang ada pada kitabullah azza wa jalla dan sunnah Rasul-Nya sholallahu 'alaihi wassalam dan memperha-tikan ayat-ayat kauniyah yaitu makluk-makluk-Nya. Karena Manusia takala memperhatikan ayat-ayat tersebut akan bertambah pengetahuannya tetang pencipta dan sesembahan-nya.

Allah azza wa jalla berfirman :

 

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri, Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (Adz Dzari'yat : 20-21)


 


1Syaikh shalih Al-Utsaimin, Syarah ats-tsalastatil Ushul, Sukoharjo, Maktabah Al-Ghuroba', 2015

Sabtu, 11 Juni 2016

PENULISAN BASMALLAH

PENULISAN BASMALLAH

Penulisan , yakni Asy syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rohimahullah memulai risalahnya ini dengan basmallah dalam rangka meneladani Kitabullah Azza wa Jalla yang dimulai dengan basmallah, juga dalam rangka mengikuti hadist :

 "Setiap perkara penting, yang tidak dimulai dengan Bismillah maka perkara tersebut sia-sia (kurang barokahnya"

Dan juga dalam rangka meneladani Ar Rasul Sholallahu 'Alaihi Wassalam karena sesungguhnya beliau memulai kitab-kitabnya dengan basmallah.

Al-jar dan al-marur (yakni lafadz <بسم>) berkaitan dengan kalimat yang mahdzuf (kalimat yang dihilangkan yang seharusnya menyertai kalimat tersebut) berupa fi'il (kata kerja) yang diakhiran agi sesuai dengan keadaannya, yang seharusnya bunyi dari kalimat tersebut adalah <بسم الله أكتب أو أصنف> "dengan Nama Allah aku menulis atau mengarang".

 Dan kita takdirkan (perkirakan) lafath yang mahdzuf tadi berupa fi'il karena asal di dalam perbuatan adalah amalan.

Dan kita takdirkan afath yang mahdzuf tadi diakhirkan dikarenakan adanya dua faidah :
  1. mencari barokah memulai dengan <بسم الله> 
  2. memberikan faidah al-hasr (pembatasan) karena mendahulukan al-muta'aliq (yakni al-jar dan al-majrur) memberikan faidah pembatasan
Dan kita takdirkan sesuatu yang mahdzuf tadi harus sesuai dengan keadaan, karena yang demikian itu akan lebih menunjukan kepada sesuatu yang diinginkan. Sebagai contoh kita mengatakan <بسم الله نتبدئ> "dengan nama Allah aku memualai"